BBM Subsidi untuk Siapa? Antrean Warga Mengular, Jeriken Justru Diduga Lebih Diutamakan

banner 120x600
banner 468x60

Bulukumba,Pinisinews.com _ Pemandangan antrean panjang kendaraan di SPBU Ujung Loe kembali menjadi sorotan masyarakat. Di tengah kebutuhan warga terhadap BBM subsidi yang semakin tinggi, muncul keluhan bahwa pengisian menggunakan jeriken diduga lebih diprioritaskan dibandingkan kendaraan yang telah lama mengantre.

Sejumlah pengendara mengaku harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM subsidi. Bahkan, tidak sedikit warga yang akhirnya memilih membeli Pertamax dengan harga lebih tinggi demi menghindari antrean yang mengular.

banner 325x300

Yang menjadi perhatian masyarakat adalah adanya kendaraan tertentu yang disebut-sebut kerap datang membawa jeriken untuk melakukan pengisian BBM subsidi. Aktivitas tersebut, menurut warga sekitar, bukanlah kejadian baru, melainkan sudah berulang kali terlihat di lokasi yang sama, 04 Juni 2026.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: apakah distribusi BBM subsidi benar-benar telah berjalan sesuai peruntukannya?
BBM subsidi merupakan program pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat kecil dan kelompok yang berhak. Karena itu, setiap dugaan penyimpangan dalam pendistribusiannya perlu mendapatkan perhatian serius agar tidak menimbulkan keresahan dan ketidakadilan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Masyarakat berharap pihak berwenang, mulai dari Pertamina, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum, dapat melakukan pengawasan lebih ketat dan turun langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai aturan.

Suandi Bali, salah satu tokoh masyarakat yang menyoroti persoalan ini, meminta agar pengawasan tidak hanya dilakukan di atas meja, tetapi juga melalui pemeriksaan langsung di lapangan.

“BBM subsidi adalah hak masyarakat yang diberikan oleh negara untuk membantu kebutuhan warga. Jangan sampai hak tersebut justru dinikmati oleh pihak-pihak yang tidak berhak. Saya meminta instansi terkait untuk turun langsung melakukan pengawasan dan penindakan apabila ditemukan pelanggaran. Jangan menutup mata terhadap persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Subsidi ini harus tepat sasaran dan tidak boleh dikuasai oleh segelintir pihak atau bahkan diduga disalurkan ke luar daerah,” tegas Suandi Bali.

Hingga berita ini ditulis, masyarakat masih menunggu respons dan langkah konkret dari pihak terkait guna memastikan distribusi BBM subsidi di wilayah Bulukumba berjalan transparan, adil, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *