Keluarga Korban Tenggelam di Wisata Apparalang Resmi Laporkan Pengelola ke Polres Bulukumba

banner 120x600
banner 468x60

Bulukumba,Pinisinews.com – Keluarga almarhumah Elmi Febrianti, siswi SMA yang meninggal dunia akibat tenggelam di kawasan wisata Tebing Apparalang, Desa Ara, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, resmi melaporkan pihak pengelola wisata ke Polres Bulukumba.

Laporan tersebut diajukan oleh Suwandi selaku perwakilan keluarga korban. Dalam laporannya, keluarga menduga adanya unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya nyawa korban saat berwisata di salah satu destinasi unggulan Kabupaten Bulukumba tersebut.

banner 325x300

Berdasarkan kronologi yang disampaikan dalam laporan, peristiwa itu terjadi pada Minggu, 7 Juni 2026, sekitar pukul 14.00 WITA. Saat itu, korban Elmi Febrianti bersama rekannya, Febi, berkunjung ke objek wisata Tebing Apparalang. Setibanya di lokasi, keduanya membayar retribusi masuk sebesar Rp25 ribu sebelum menuju area tebing untuk berfoto.

Saat berada di salah satu spot wisata yang menjorok ke arah laut, korban dilaporkan duduk di atas papan untuk berfoto. Namun, gelombang laut yang cukup besar menghantam tebing sehingga korban terjatuh ke laut.

Keluarga korban menyebut bahwa pada saat kejadian tidak ada petugas atau pengelola yang melakukan pertolongan, meskipun lokasi wisata sedang ramai dikunjungi wisatawan. Korban dikabarkan masih bertahan di laut selama kurang lebih 15 menit dan berusaha mencapai tebing, namun derasnya ombak dan arus laut membuat korban terseret hingga akhirnya hilang.

Tim Basarnas tiba di lokasi sekitar pukul 17.00 WITA dan langsung melakukan pencarian bersama keluarga korban serta warga setempat hingga malam hari. Pencarian kemudian dilanjutkan saat air laut surut, hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 700 meter dari titik awal terjatuh.

Dalam laporannya, pihak keluarga menilai pengelola wisata lalai karena tidak menyediakan sarana keselamatan yang memadai, seperti pelampung dan peralatan tanggap darurat lainnya.

Selain itu, keluarga juga menyoroti tidak adanya petugas siaga yang dapat memberikan pertolongan cepat apabila terjadi kecelakaan di kawasan wisata tersebut.

“Kami berharap aparat penegak hukum dapat melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan kelalaian pengelola wisata sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang,” ujar pihak keluarga dalam laporannya.

Saat ini, laporan tersebut telah diterima oleh Polres Bulukumba dan diharapkan menjadi dasar untuk mengusut lebih lanjut aspek keselamatan dan tanggung jawab pengelola wisata terhadap insiden yang menelan korban jiwa tersebut.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *