BULUKUMBA,PINISINEWS.COM — Pembangunan kolam renang di Desa Tammalanrea kini menjadi sorotan masyarakat. Proyek yang disebut menggunakan anggaran sekitar Rp900.000.000 tersebut diduga dikerjakan pada tahun 2022–2023 dengan menggunakan dana ADD (Alokasi Dana Desa).
Masyarakat menilai hasil pekerjaan proyek tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digunakan. Sejumlah pihak mempertanyakan kualitas pembangunan serta transparansi penggunaan dana dalam proyek tersebut.
Dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran dan hasil pekerjaan memunculkan desakan agar Aparat Penegak Hukum (APH) turun tangan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap proyek pembangunan kolam renang tersebut.
Aktivis lokal, Saddam, turut angkat bicara terkait persoalan tersebut. Ia meminta agar APH segera melakukan audit dan pemeriksaan terhadap penggunaan anggaran pembangunan kolam renang Desa Tammalanrea.
“Kami meminta aparat penegak hukum untuk turun langsung memeriksa proyek ini. Anggaran yang digunakan cukup besar, sehingga masyarakat berhak mengetahui sejauh mana realisasi dan kualitas pekerjaannya,” tegas Saddam.
Warga juga meminta Kepala Desa Tammalanrea diperiksa guna memastikan apakah penggunaan anggaran telah sesuai prosedur dan peruntukannya. Transparansi dan keterbukaan dinilai penting agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa terkait dugaan tersebut.

















