Anyorong Lopi Jadi Inspirasi, RSUD Bulukumba Padukan Kearifan Lokal dan Semangat Pelayanan

banner 120x600
banner 468x60

BULUKUMBA,PINISINEWS.COM – RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba turut memeriahkan Karnaval Budaya Festival Pinisi ke-XVI dengan mengangkat filosofi tradisi Anyorong Lopi, yang sarat nilai religius, gotong royong, kebersamaan, dan pelestarian budaya maritim.

Partisipasi tersebut melibatkan sekitar 300 petugas kesehatan dari berbagai unit dan instalasi. Rombongan dipimpin langsung Direktur RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba, dr. H. Rizal Ridwan Dappi, Sp.OG, dengan menampilkan kostum hitam-hitam sebagai bagian dari penampilan budaya yang mencerminkan identitas dan kearifan lokal masyarakat Bulukumba.

banner 325x300

Direktur RSUD, dr. Rizal Ridwan Dappi, mengatakan keikutsertaan pihaknya dalam karnaval tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap tradisi Anyorong Lopi, yang menggambarkan semangat masyarakat dalam mendorong perahu menuju laut secara bersama-sama.

Menurutnya, filosofi tersebut memiliki makna mendalam yang relevan dengan pelaksanaan pelayanan kesehatan, terutama pentingnya kekompakan, kerja sama, dan komitmen seluruh petugas dalam mencapai tujuan bersama.

“Tradisi Anyorong Lopi mengajarkan kita tentang pentingnya kebersamaan, gotong royong, kekompakan, dan semangat untuk mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai inilah yang kami maknai dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan di RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pelayanan kesehatan yang optimal tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan satu orang atau profesi tertentu. Dibutuhkan sinergi antara dokter, perawat, bidan, tenaga kesehatan lainnya, serta seluruh unsur pendukung rumah sakit untuk memberikan pelayanan yang profesional, bermutu, dan mengutamakan keselamatan pasien.

Filosofi Anyorong Lopi menjadi gambaran bahwa setiap petugas memiliki peran penting dalam menggerakkan pelayanan rumah sakit. Sebagaimana masyarakat bahu-membahu mendorong perahu hingga siap berlayar, seluruh insan rumah sakit dituntut untuk saling mendukung dan bekerja sama demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Lebih dari sekadar memeriahkan festival, keikutsertaan RSUD juga menjadi wujud komitmen dalam menjaga dan melestarikan identitas budaya maritim Bulukumba yang dikenal melalui tradisi pembuatan kapal Pinisi.

Nilai religius, kebersamaan, dan kerja kolektif yang terkandung dalam tradisi tersebut diharapkan dapat terus diterapkan dalam budaya kerja seluruh jajaran rumah sakit.

Melalui Karnaval Budaya Festival Pinisi XVI, RSUD H. Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba menegaskan bahwa pelestarian budaya dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan memiliki semangat yang sejalan, yakni pengabdian, kebersamaan, dan kerja nyata untuk kepentingan masyarakat.

Dengan mengangkat filosofi Anyorong Lopi, RSUD tidak hanya hadir sebagai peserta karnaval, tetapi juga membawa pesan bahwa kearifan lokal dapat menjadi inspirasi dalam membangun pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, humanis, dan terpercaya bagi masyarakat Kabupaten Bulukumba.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *