BULUKUMBA,PINISINEWS.COM — Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia Tahun 2026, RSUD H. Andi Sulthan Dg Radja Bulukumba menggelar sosialisasi kesehatan jiwa pada Selasa, 13 Oktober 2026, bertempat di ruang tunggu rawat jalan Poliklinik Jiwa. Kegiatan ini mengangkat tema “Lived Experiences Heard: Real Voices, Real Change” atau “Pengalaman Hidup Didengar: Suara Nyata, Perubahan Nyata,” dengan menyoroti pentingnya memahami skizofrenia dan dukungan keluarga dalam proses pemulihan pasien.
Dalam sosialisasi tersebut, dr. Riska Mega Hikmah Waliulu , Sp.KJ, hadir sebagai narasumber yang menguraikan tentang skizofrenia, gejala yang perlu dikenali, serta cara penanganan yang tepat. Ia juga menjelaskan pentingnya menjalani pengobatan secara teratur sesuai anjuran dokter, melakukan kontrol berkala, dan memberikan dukungan emosional kepada pasien. Keterlibatan keluarga menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung proses perawatan dan membantu pasien menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih baik.
Puluhan pasien dan keluarga mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi selama proses perawatan dan pendampingan. Salah seorang peserta, Usdar, pendamping pasien Poliklinik Jiwa, turut menyampaikan pengalaman terkait pendampingan pasien yang menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bersama mengenai kebutuhan orang dengan gangguan kesehatan jiwa.
Humas Rumah Sakit, Maksum Tantu, yang memandu jalannya sosialisasi, menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan jiwa sekaligus memberikan ruang bagi pasien dan keluarga agar pengalaman serta kebutuhan mereka dapat didengar dan dipahami. Tema tahun ini mengingatkan semua pihak bahwa pengalaman nyata pasien dan keluarga perlu menjadi bagian dari upaya menciptakan perubahan dalam pelayanan kesehatan jiwa.
Ia juga menyampaikan bahwa rumah sakit memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan penyuluhan kesehatan jiwa, melaksanakan terapi aktivitas kelompok (TAK), serta menyediakan layanan konsultasi bagi pasien dan keluarga. Berbagai upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, memperkuat dukungan terhadap pasien, serta menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan gangguan jiwa, termasuk pasien skizofrenia.
Melalui kegiatan ini, RSUD H. Andi Sulthan Dg Radja Bulukumba berharap pasien dan keluarga semakin memahami bahwa pemulihan membutuhkan proses, pengobatan yang berkelanjutan, serta dukungan dari lingkungan sekitar. Dengan mendengarkan pengalaman pasien, memperkuat peran keluarga, dan menghadirkan pelayanan yang penuh empati, rumah sakit berkomitmen mendorong terwujudnya pelayanan kesehatan jiwa yang lebih inklusif, manusiawi, dan bebas stigma.

















