Bulukumba,Pinisinews.com– Kabar tidak digelarnya Turnamen Sepak Bola dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Kajang menuai kekecewaan dari kalangan pemuda.
Bagi para pemuda, turnamen sepak bola 17 Agustus bukan sekadar ajang memperebutkan hadiah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut telah menjadi tradisi tahunan yang dinanti sebagai wadah mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat persatuan antar desa di Kecamatan Kajang.
Suandi Bali, salah seorang pemuda Kajang, menyampaikan bahwa apabila kabar tersebut benar, maka sangat disayangkan karena masyarakat hanya akan menjadi penonton pada perayaan HUT RI tanpa adanya kegiatan olahraga yang mampu menyatukan generasi muda.
“Ini bukan soal hadiah. Ini adalah momen setahun sekali di mana pemuda dari berbagai desa di Kajang bisa berkumpul, bersilaturahmi, membangun sportivitas, dan mempererat persatuan melalui sepak bola,” ujar Suandi Bali.
Ia berharap seluruh pihak dapat mempertimbangkan kembali pelaksanaan turnamen tersebut agar tradisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tidak hilang begitu saja.
“Jangan sampai tradisi baik ini hilang. Sepak bola selalu menjadi pemersatu masyarakat, khususnya generasi muda di Kecamatan Kajang. Semoga masih ada jalan agar turnamen ini dapat kembali digelar sebagai bagian dari semarak peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia,” tambahnya.
Menurutnya, sepak bola merupakan olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang perbedaan. Oleh karena itu, ia berharap semangat kebersamaan yang selama ini terbangun melalui turnamen 17 Agustus tetap dapat dipertahankan.
#SepakBolaMenyatukanKita
#PrayForSepakBolaKajang

















