Bulukumba,Pinisinews.com – Insiden tragis terjadi di kawasan wisata Apparalang, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba. Seorang pelajar SMA asal Desa Bontobeang dilaporkan tenggelam saat berada di lokasi wisata yang dikenal dengan tebing dan panorama lautnya tersebut.
Hingga saat ini, korban masih dalam proses pencarian dan belum ditemukan.
Peristiwa tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan. Selain keluarga korban yang terus menunggu kabar, masyarakat juga menyoroti aspek keselamatan dan keamanan di kawasan wisata yang menjadi salah satu destinasi unggulan Kabupaten Bulukumba itu.
Sekretaris Umum HMI Cabang Bulukumba, Isranda Lattol, menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan atas musibah yang terjadi. Menurutnya, kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan wisata di Bulukumba.
“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang terjadi di salah satu destinasi wisata Apparalang yang telah menelan korban. Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, khususnya terkait penerapan standar keselamatan bagi wisatawan,” ujar Isranda.
Ia mempertanyakan sejauh mana penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta sistem pengamanan yang tersedia bagi pengunjung. Menurutnya, ketika wisatawan telah membayar retribusi untuk menikmati destinasi wisata, maka pengelola dan pihak terkait memiliki tanggung jawab untuk memastikan adanya pengawasan, fasilitas keselamatan, serta langkah mitigasi risiko yang memadai.
“Keselamatan wisatawan bukan sekadar formalitas. Ini adalah tanggung jawab utama pengelola destinasi wisata dan pemerintah. Jangan sampai sektor pariwisata terus menghasilkan pemasukan, sementara aspek keselamatan justru terabaikan,” tegasnya.
Sementara itu ketua Cabang HmI Bulukumba, Nasaruddin juga mendesak agar dilakukan investigasi secara terbuka terkait penyebab insiden tersebut. Selain itu, pengelola destinasi diminta memberikan penjelasan kepada publik dan bertanggung jawab atas berbagai aspek pelayanan keselamatan yang tersedia di lokasi wisata.
Lebih lanjut, nasaruddin meminta Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan seluruh destinasi wisata yang ada. Menurutnya, penerapan K3 dan sistem mitigasi risiko harus menjadi prioritas utama sebelum terjadi korban berikutnya.
“Pariwisata harus menghadirkan kenyamanan dan keselamatan bagi masyarakat maupun wisatawan. Jangan sampai destinasi wisata yang seharusnya menjadi tempat rekreasi justru meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban,” pungkasnya.
Sementara itu, tim pencarian dan penyelamatan bersama unsur terkait masih terus melakukan upaya pencarian terhadap korban yang diduga tenggelam di kawasan Apparalang. Masyarakat berharap korban dapat segera ditemukan dan keluarga diberikan ketabahan menghadapi musibah tersebut.

















