BULUKUMBA,PINISINews.com — Kondisi ruas Jalan Karampuang–Gunturu yang menghubungkan Kecamatan Herlang dan Kecamatan Bontotiro kian memprihatinkan. Jalan sepanjang kurang lebih 8,5 kilometer itu mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum mendapat penanganan serius, meski menjadi akses utama masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan roda perekonomian.
Keluhan terkait kondisi jalan tersebut mencuat dalam kegiatan gotong royong dan peninjauan lokasi perbaikan jalan di Dusun Bonto Kamase, Lingkungan Bonto Beang, Kecamatan Herlang.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Andi Rifaldi selaku Kepala Lingkungan Bonto Beang serta Andi Vidia Syam selaku Camat Herlang bersama masyarakat setempat.
Ruas jalan tersebut memiliki peran vital karena menjadi jalur penghubung utama mobilisasi warga, khususnya bagi masyarakat Kelurahan Bontokamase yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan nelayan. Selain sebagai akses distribusi hasil pertanian, jalan itu juga menjadi jalur utama pengangkutan hasil laut, terutama ikan tuna yang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.
Kelurahan Bontokamase sendiri dikenal sebagai wilayah strategis di Kabupaten Bulukumba dengan potensi perikanan yang besar. Produksi ikan tuna dari wilayah tersebut dinilai mampu memberikan kontribusi nyata terhadap sektor perikanan di Sulawesi Selatan. Namun, besarnya potensi ekonomi itu dinilai belum ditunjang oleh infrastruktur yang memadai.
Masyarakat menyebut kondisi jalan yang rusak berat telah berlangsung lebih dari 15 tahun tanpa adanya perbaikan maupun pemeliharaan signifikan dari pihak terkait. Akibatnya, aktivitas distribusi hasil tani dan hasil laut sering mengalami hambatan, terutama saat musim hujan ketika jalan menjadi sulit dilalui kendaraan.
Anggota DPRD Bulukumba, Kaspul BJ, turut menyoroti kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa sebenarnya skema penganggaran perbaikan jalan telah diupayakan melalui APBD Kabupaten. Namun, adanya pemotongan anggaran dari pemerintah pusat sebesar Rp268 miliar menyebabkan sejumlah program pembangunan infrastruktur belum dapat berjalan maksimal.
“Skema penganggaran sebenarnya sudah dilakukan melalui APBD Kabupaten, tetapi karena adanya pemotongan anggaran dari pusat sebesar Rp268 miliar, beberapa pembangunan infrastruktur terpaksa belum bisa direalisasikan,” ujar Kaspul BJ.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya tetap akan mendorong agar perbaikan ruas Jalan Karampuang–Gunturu menjadi prioritas pemerintah daerah mengingat pentingnya jalur tersebut bagi aktivitas ekonomi masyarakat.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk melakukan perbaikan ruas Jalan Karampuang–Gunturu demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat sekaligus menjamin keselamatan pengguna jalan. Jika kondisi tersebut terus dibiarkan, dikhawatirkan akan berdampak besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat pesisir dan sektor perikanan yang menjadi tulang punggung warga setempat.

















