Bulukumba,Pinisinews.com— Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba dari Dapil IV Herlang–Kajang, H. Muhammad Tamrin, S.Pt menggelar kegiatan reses atau temu konstituen masa persidangan III tahun sidang 2025/2026 di Dusun Pattiroang, Desa Bonto Rannu, Kecamatan Kajang, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus ajang menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Sejumlah warga hadir untuk menyampaikan berbagai harapan dan kebutuhan yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, H. Muhammad Tamrin menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota dewan untuk turun langsung ke tengah masyarakat guna mendengarkan aspirasi warga yang nantinya akan diperjuangkan dalam pembahasan di DPRD Kabupaten Bulukumba.
“Melalui reses ini, kami ingin memastikan setiap aspirasi masyarakat dapat ditampung dan diperjuangkan demi kemajuan daerah, khususnya di wilayah Kajang dan Herlang,” ujarnya.
Kepala Desa Bonto Rannu, Arman, dalam kesempatan tersebut turut menyampaikan sejumlah aspirasi prioritas masyarakat yang dinilai mendesak untuk segera mendapat perhatian pemerintah daerah. Ia mengungkapkan bahwa persoalan utama yang dihadapi warga saat ini adalah kebutuhan irigasi pertanian dan ketersediaan air bagi lahan persawahan masyarakat.
“Kami berharap adanya pembangunan sumur bor berkapasitas besar untuk membantu mengatasi kekeringan sawah, khususnya di wilayah Marajo dan sekitarnya. Selain itu, masyarakat juga membutuhkan bantuan mesin pemotong padi guna mendukung produktivitas petani,” ungkap Arman.
Selain itu, Arman juga menyampaikan kebutuhan pompa air menggunakan tabung untuk mendukung pengairan lahan pertanian masyarakat serta bantuan bibit kakao bagi petani guna meningkatkan hasil perkebunan warga.
Ia juga menyoroti kondisi irigasi yang rusak di wilayah Bungayya sepanjang kurang lebih 10 meter yang dinilai sangat menghambat distribusi air ke area persawahan masyarakat. Tidak hanya itu, warga Bungayya juga mengusulkan bantuan alat pertanian berupa traktor untuk mendukung aktivitas pengolahan lahan.
Dalam dialog tersebut, turut dibahas persoalan pertikaian antara warga Sangkala dan Bonto Rannu yang disebut dipicu persoalan irigasi dan pembagian aliran air ke lahan pertanian. Pemerintah desa berharap adanya perhatian serius dan solusi dari pemerintah agar konflik tersebut tidak terus berlarut dan dapat diselesaikan secara baik.
Aktivis muda Bulukumba, Suandi Bali, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan reses tersebut. Menurutnya, kehadiran anggota DPRD di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik dalam mendengarkan langsung kebutuhan rakyat.
“Reses seperti ini penting dilakukan agar masyarakat memiliki ruang menyampaikan aspirasi secara terbuka. Kami berharap seluruh aspirasi warga, terutama terkait pembangunan dan pelayanan masyarakat, benar-benar diperjuangkan dan direalisasikan,” kata Suandi Bali.
Masyarakat yang hadir juga menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui dukungan DPRD.
Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban dan diakhiri dengan sesi dialog bersama masyarakat setempat.

















