Gelombang Protes Jilid III: Aktivis Pertanyakan Keseriusan Polres Bulukumba Berantas Dugaan Mafia Migas

banner 120x600
banner 468x60

Bulukumba,Pinisinews.com— Gelombang protes terhadap dugaan praktik ilegal di Kabupaten Bulukumba kembali memanas. Maritim Muda Cabang Bulukumba menggelar aksi unjuk rasa jilid III pada Rabu (13/5/2026) sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum agar segera bertindak tegas terhadap dugaan aktivitas tambang ilegal, dugaan peredaran rokok ilegal tanpa cukai, serta dugaan praktik mafia solar yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.

Aksi yang dimulai di pertigaan Lajae dan berlanjut di depan Kantor Polres Bulukumba itu merupakan lanjutan dari dua aksi sebelumnya yang telah menyuarakan tuntutan serupa. Massa aksi menilai hingga saat ini belum ada langkah konkret dan transparan dari pihak kepolisian dalam menangani berbagai dugaan praktik ilegal tersebut.
Dalam orasinya, Jenderal Lapangan aksi, Illang, menegaskan bahwa publik mulai kehilangan kepercayaan terhadap keseriusan aparat penegak hukum di Bulukumba.
“Kami melihat ada ketidakseriusan Polres Bulukumba dalam penanganan dugaan mafia migas, dugaan tambang ilegal, dan dugaan peredaran rokok ilegal tanpa cukai di Bulukumba. Aparat penegak hukum seharusnya hadir untuk melindungi kepentingan masyarakat, bukan membiarkan dugaan praktik ilegal terus berlangsung,” tegasnya di hadapan massa aksi.

banner 325x300

Menurutnya, Bulukumba sebagai daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam seharusnya dijaga dari berbagai aktivitas yang diduga melanggar hukum dan berpotensi merusak lingkungan. Ia menilai, jika praktik-praktik tersebut terus dibiarkan, maka dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga akan menjadi ancaman bagi generasi mendatang.
“Kami tidak ingin mewariskan sejarah hukum yang dipermainkan. Bulukumba harus dijaga, laut dan tanahnya harus tetap menjadi kebanggaan generasi selanjutnya,” tambah Illang.

Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Ojeng, menegaskan bahwa aksi jilid III ini merupakan peringatan serius kepada aparat penegak hukum yang dinilai tidak maksimal dalam memberantas dugaan aktivitas ilegal di daerah tersebut. Bahkan, pihaknya mengancam akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tidak ada langkah nyata dari aparat.
“Kami tidak akan berhenti di aksi jilid III. Jika Polres Bulukumba tidak menunjukkan langkah nyata dalam menindak dugaan aktivitas ilegal, maka kami akan menggelar aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam mengawal kepentingan masyarakat,” ujar Ojeng.

Meski berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian, aksi demonstrasi tersebut berjalan tertib dan kondusif. Massa aksi menyebut demonstrasi yang mereka lakukan merupakan bagian dari kontrol sosial masyarakat terhadap penegakan hukum di Kabupaten Bulukumba.

Dalam tuntutannya, Maritim Muda Cabang Bulukumba mendesak Kapolda Sulawesi Selatan dan Bidpropam Polda Sulsel untuk mencopot Kapolres Bulukumba, Kasat Reskrim, serta Kanit Tipidter Polres Bulukumba yang dinilai tidak mampu menindak dugaan mafia migas dan dugaan tambang ilegal. Mereka juga mendesak agar seluruh dugaan aktivitas tambang ilegal, dugaan keterlibatan pihak SPBU, serta dugaan peredaran rokok ilegal tanpa cukai segera diperiksa dan diproses secara hukum.

Selain itu, massa aksi meminta penegakan hukum dilakukan secara adil, transparan, dan profesional terhadap seluruh pihak yang diduga terlibat dalam praktik ilegal di Kabupaten Bulukumba.
Maritim Muda Cabang Bulukumba menegaskan akan terus mengawal isu tersebut hingga aparat penegak hukum menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat dan mengambil langkah nyata dalam memberantas dugaan praktik ilegal yang dinilai merugikan daerah serta mencederai rasa keadilan publik.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *