Bulukumba,Pinisinews.com— Aktivitas pengisian BBM jenis solar subsidi di salah satu SPBU wilayah Ujung Loe kembali menjadi sorotan masyarakat. Sebuah kendaraan pick up yang diduga melakukan pengambilan solar dalam jumlah besar terlihat melakukan pengisian di area SPBU, memunculkan dugaan adanya praktik penyaluran BBM subsidi ke luar daerah Bulukumba.
Ironisnya, dugaan aktivitas tersebut terjadi di momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, saat kebutuhan masyarakat terhadap BBM subsidi justru meningkat, khususnya para petani dan nelayan yang sangat bergantung pada solar untuk aktivitas sehari-hari.
Masyarakat menilai, momentum Idul Adha diduga dimanfaatkan oleh oknum pemain solar ilegal untuk mengambil keuntungan pribadi. Di saat banyak petani mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar subsidi, justru ada pihak-pihak tertentu yang diduga bebas melakukan pengambilan BBM dalam jumlah besar.
“Petani menangis karena solar langkah, tapi ada orang yang diduga memanfaatkan momentum Idul Adha untuk mengambil solar subsidi dalam jumlah besar. Ini sangat melukai rasa keadilan masyarakat kecil,” ungkap salah satu warga.
Warga menilai, seharusnya solar subsidi diperuntukkan bagi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha kecil di Kabupaten Bulukumba, bukan untuk diperjualbelikan ataupun dikirim keluar daerah demi keuntungan pribadi.
Aktivis muda Bulukumba, Suandi Bali, turut angkat bicara terkait dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tersebut. Ia meminta aparat kepolisian dan pihak terkait untuk lebih serius melakukan pengawasan di seluruh SPBU yang diduga menjadi lokasi aktivitas pelansiran solar subsidi.
“Jangan ada tebang pilih dalam penindakan. Kalau masyarakat kecil yang mengambil untuk kebutuhan desa cepat ditindak, maka yang diduga mengirim BBM subsidi keluar daerah juga harus diperiksa dan ditindak tegas. Subsidi ini hak masyarakat Bulukumba,” tegas Suandi Bali.
Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan terhadap sejumlah SPBU yang sebelumnya telah beberapa kali diadukan masyarakat namun hingga kini masih diduga beroperasi seperti biasa.
Tak hanya SPBU di Ujung Loe, masyarakat juga menyoroti aktivitas serupa yang disebut pernah terjadi di sejumlah SPBU lain di Bulukumba, seperti SPBU Pertigaan Ela-Ela – Ceile.
Aduan masyarakat disebut sudah beberapa kali disampaikan, namun hingga kini aktivitas yang diduga sebagai pelansiran BBM subsidi masih tetap berlangsung.
Warga meminta Unit Tipiter Polres Bulukumba agar turun langsung melakukan pemeriksaan dan tidak hanya menindak pelansir kecil di desa-desa, tetapi juga dugaan mafia BBM subsidi yang disebut-sebut mengirim solar keluar daerah.
Masyarakat berharap pihak Pertamina dan aparat penegak hukum segera melakukan pengawasan ketat dan penindakan tegas terhadap oknum yang menyalahgunakan BBM subsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bulukumba.

















