Bulukumba,Pinisinews.com — Aliansi Pemuda Kecamatan Herlang menggelar aksi unjuk rasa di depan Polsek Herlang sebagai bentuk protes terhadap maraknya dugaan tindak kriminalitas yang dinilai semakin meresahkan masyarakat. Aksi tersebut dipimpin oleh Ahmad Yani selaku jenderal lapangan dan Syahrul OJeng sebagai koordinator lapangan.
Dalam aksi itu, massa menyoroti sejumlah kasus kriminal yang hingga kini dinilai belum mendapatkan penanganan maksimal dari aparat penegak hukum. Beberapa kasus yang disorot di antaranya pencurian sepeda motor, pembobolan kios, sekolah, pasar, hingga dugaan kasus begal yang disebut masih menyisakan tanda tanya di tengah masyarakat.
Aliansi Pemuda Kecamatan Herlang menilai respons aparat terhadap laporan masyarakat masih sangat kurang. Mereka menyebut tidak adanya penjelasan terbuka terkait perkembangan penanganan kasus membuat masyarakat kehilangan kepastian hukum dan rasa aman.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam aksi, sepanjang tahun 2025 tercatat sekitar 10 kasus kriminal yang ditangani. Dari enam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), baru dua kasus yang disebut mulai berjalan proses penanganannya, sementara sisanya masih dalam tahap pencarian saksi dan barang bukti serta belum naik ke tahap penyidikan.
Dalam keterangannya, pihak kepolisian menyampaikan bahwa patroli sebenarnya dilakukan setiap malam, namun tidak seluruh kegiatan dipublikasikan. Polisi juga mengaku masih terus melakukan komunikasi dengan korban terkait kasus begal yang terjadi di wilayah Herlang.
Koordinator lapangan aksi, Syahrul OJeng, menegaskan bahwa gerakan yang dilakukan Aliansi Pemuda Kecamatan Herlang merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi keamanan masyarakat yang dinilai semakin memprihatinkan.
“Kami datang membawa keresahan masyarakat. Banyak kasus yang terjadi, tetapi perkembangan penanganannya belum jelas di mata publik. Kami ingin aparat lebih terbuka dan serius menangani persoalan kriminalitas di Herlang,” tegas Syahrul OJeng saat menyampaikan orasinya.
Ia juga meminta agar aparat kepolisian meningkatkan patroli dan mempercepat proses penanganan kasus demi mengembalikan rasa aman masyarakat.
Sementara itu, Jenderal Lapangan aksi, Ahmad Yani, memberikan ultimatum kepada Polsek Herlang agar segera menuntaskan kasus pembegalan yang menjadi perhatian masyarakat. Ia meminta kepolisian menunjukkan langkah nyata dalam waktu satu minggu.
“Kami memberikan waktu satu minggu kepada Polsek Herlang untuk memperlihatkan keseriusan dalam menyelesaikan kasus pembegalan yang meresahkan masyarakat. Jika tidak ada perkembangan yang jelas, maka kami akan kembali turun dengan massa yang lebih besar,” tegas Ahmad Yani di hadapan peserta aksi.
Meski demikian, massa aksi tetap mendesak agar aparat kepolisian lebih terbuka kepada publik terkait perkembangan kasus-kasus kriminal yang sedang ditangani. Mereka meminta adanya langkah konkret dan ketegasan aparat dalam memberantas pelaku kriminalitas demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
“Bersatu kita kuat, lawan kriminalitas, ciptakan Herlang yang aman,” menjadi slogan yang terus digaungkan peserta aksi selama berlangsungnya unjuk rasa.
Aliansi Pemuda Kecamatan Herlang menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian generasi muda terhadap keamanan daerah serta dorongan agar aparat penegak hukum lebih responsif terhadap keresahan masyarakat.

















