Bulukumba, PINISINEWS .COM – Penyaluran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 17 Februari 2026, menuai sorotan dari Lembaga Asatu. Program yang ditujukan untuk balita, ibu menyusui (busui), dan ibu hamil (bumil) tersebut diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya di lapangan. 17/02/2026
Ketua Asatu A. M Try Wahyudi Nur menilai terdapat indikasi penyimpangan dalam penyaluran bantuan gizi yang diberikan satu kali untuk kebutuhan asupan selama tiga hari. Program MBG sejatinya diharapkan mampu mendukung kesehatan ibu serta tumbuh kembang anak secara optimal, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan tambahan nutrisi.
Namun, kondisi di lapangan dinilai berbeda dari tujuan awal. Try menyoroti dugaan bahwa pelaksanaan program lebih mengutamakan keuntungan dibanding kualitas makanan yang disalurkan.
Try, mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan audit menyeluruh.
“Kami mendesak APH agar melakukan audit pada dapur penyedia MBG di Kabupaten Bulukumba, khususnya penyaluran hari Senin untuk kebutuhan tiga hari. Diduga terjadi penyimpangan anggaran yang dapat mempengaruhi kualitas menu, sehinnga ada dugaan terjadi korupsi berjamaah ,” ujarnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri memiliki tujuan utama mencegah stunting sejak dini serta meningkatkan status gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Program ini menekankan pemenuhan nutrisi sejak masa kehamilan hingga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), guna meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.
















