Ini patut diduga kuat adanya kelalaian serius, bahkan kemungkinan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek,” kata Isranda pada awak media, Senin 2 Februari 2026.
Ia menilai masalah tersebut tidak hanya menyangkut teknis pengerjaan, tetapi juga lemahnya pengawasan dari pihak terkait.
Isranda mendesak dinas teknis turun langsung ke lokasi untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Ia juga meminta dokumen perencanaan dan anggaran proyek dibuka secara transparan kepada publik.
Selain itu, ia berharap aparat penegak hukum melakukan penyelidikan apabila ditemukan indikasi pelanggaran yang dapat merugikan keuangan negara.
Menurut Isranda, masyarakat Desa Tamaona tidak boleh menjadi korban dari pekerjaan pembangunan yang hanya mengejar formalitas tanpa menjamin kualitas.
“Jika persoalan ini tidak ditindaklanjuti secara serius, HmI Cab Bulukumba, siap mengambil langkah advokasi lanjutan,” pungkasnya
















